Dampak Media Sosial Terhadap Kesehatan Mental Para Remaja

Apakah Anda menyadari bahwa media sosial sangatlah berdampak pada kesehatan mental para remaja? Menurut hasil penelitian, salah satunya adalah yang dilakukan oleh Pew Research Center, saat ini kehidupan remaja seakan tidak terpisahkan dari media sosial.

Anda juga pasti sering melihat anak-anak usia remaja seakan pandangannya tidak teralihkan dari smartphone masing-masing. Hal tersebut erat kaitannya dengan media sosial yang menjadi candu bagi anak remaja.

Dampak Media Sosial Terhadap Kesehatan Mental Para Remaja

Keberadaan media sosial mungkin bisa membantu para remaja mengembangkan keterampilan komunikasi bahkan banyak informasi yang cukup mengembangkan minat serta mendapatkan pemikiran dan ide-ide baru.

Namun perlu diketahui bahwa ada sisi negatif dari media sosial atau medsos, selain kesehatan fisik misalnya mata mudah lelah, pandangan kabur dan lain-lain, nyatanya media sosial juga mempengaruhi mental para remaja.

Durasi Melihat Media Sosial dan Risiko Kesehatan Mental

National Institute of Mental Health melaporkan bahwa menggunakan media sosial mempengaruhi kesehatan pada mental terutama untuk para remaja berusia 18 hingga 25 tahun sehingga para orang tua diharapkan lebih berhati-hati.

Para orang tua dihimbau untuk mengarahkan perhatian anak-anak pada aktivitas fisik dibanding harus terus menatap layar ponsel. Seperti yang diketahui bahwa saat ini ada 3 platform media sosial paling populer di kalangan anak-anak dan remaja.

3 platform media sosial tersebut antara lain adalah YouTube di mana YouTube digunakan oleh 85% remaja, kemudian Instagram sebanyak 72% serta Snapchat sebanyak 69%. Bahkan orang berusia 16 hingga 24 tahun juga menghabiskan rata-rata 3 jam untuk media sosial

Sedangkan saat ini sudah banyak penelitian yang melaporkan jika penggunaan media sosial dalam jangka waktu lebih dari 3 jam perhari akan memberikan dampak yang tidak baik terutama dalam masalah kesehatan mental.

Namun faktanya sampai saat ini tidak hanya remaja saja namun para orang tua sudah tidak bisa lepas dari ponselnya dan terus melihat media sosial saat memiliki waktu luang misalnya saat istirahat kantor, sebelum tidur bahkan saat berada di toilet.

Terkadang medsos memang memberikan efek positif misalnya seperti mengajarkan keterampilan sosial, serta memperkuat hubungan pertemanan atau digunakan sebagai sarana hiburan saat bosan.

Namun sayangnya penggunaan secara terus-menerus tidaklah baik karena dampak negatifnya lebih besar dibanding dampak positif. Jadi sebaiknya jangan melihat media sosial lebih dari 3 jam di mana aturan ini tidak hanya untuk remaja namun untuk orang dewasa.

Alasan Media Sosial Berdampak pada Mental Remaja

Mungkin Anda juga bertanya-tanya bagaimana medsos bisa berdampak pada kesehatan mental para remaja? Menurut survei dari Pew Research Center, satu dari enam remaja setidaknya pernah mengalami bentuk perilaku penganiayaan secara online seperti:

  1. Panggilan nama atau ejekan
  2. Penyebaran rumor palsu
  3. Penerimaan gambar eksplisit yang tidak diminta
  4. Mendapatkan ancaman berupa fisik

Keadaan semakin memburuk ketika para remaja menganggap hal-hal negatif yang terjadi di medsos merupakan hal yang sangat wajar dan hanya sebatas risiko ketika bermain media sosial.

Cikal tersebut harus dibenarkan dianggap wajar, bukan tidak mungkin jika nantinya ada masalah yang lebih serius. Sebagai orang tua sebaiknya cegahlah dampak negatif dari penggunaan medsos.

Bisa dimulai dengan mendidik remaja tentang bahaya yang diberikan oleh medsos atau memastikan penggunaan akun medsos hanya pada akun-akun yang memberikan dampak positif bagi kehidupan remaja.

Bahkan penelitian juga menemukan di mana para remaja hingga mahasiswa ketika membatasi waktu bermain medsos, citra diri mereka lebih positif. Setidaknya para remaja harus mengurangi penggunaan media sosial dan membatasinya demi menjaga kesehatan mental.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *