Arsip Kategori: Technology

Slot777 Gacor telah menjadi laman judi slot777 login paling kondang di seluruh masyarat indonesia dan banyak disukai karena event promo serta jackpot maxwin yang terlalu besar mudah di temukan disini.

Tim Peneliti Universitas Minnesota Terapkan Kinect Untuk Keperluan Medis

Teknologi Kinect yang biasanya dipergunakan untuk permainan game interaktif, tampaknya kini telah beralih dari fungsi yang sebenarnya. Berkenaan dengan hal itu, tim peneliti dari universitas Minnesota kabarnya baru saja telah memperkenalkan temuan mereka berkaitan dengan cara baru penggunaan sistem pelacak gerakan Kinect tersebut.

Dari hasil temuan mereka, ternyata teknologi besutan Microsoft tersebut bisa dipergunakan untuk mengukur berbagai gejala gangguan pada anak-anak, menciptakan cara yang lebih objektif untuk mengevaluasi dan mendeteksi masalah pada anak-anak seperti autisme, gangguan akibat kurang perhatian dan obsesif kompulsif.

Tim ini sendiri beranggotakan sejumlah spesialis di bidang berbeda seperti kedokteran, sains dan teknik, serta pendidikan dan pengembangan kemahasiswaan perguruan tinggi di Minnesota, Amerika Serikat.

Mereka telah menerima hibah 3 juta dolar (sekitar 30 miliar rupiah) yang berasal dari National Science Foundation dalam rangka untuk lebih mengembangkan metode Kinect berbasis diagnostik yang mereka lakukan.

Sejauh ini, evaluasi untuk masalah medis yang ada telah dibuat oleh para spesialis dengan menggunakan video anak-anak tersebut yang terkait pada tindakan dan pembicaraan dengan orang tuanya. Alhasilnya, dengan menggunakan metode Kinect ini ternyata bisa menghilangkan beberapa subjektivitas dari proses yang ada dan membuatnya lebih akurat.

Nikolaos Papanikolopoulos, salah seorang anggota tim tersebut, juga telah menyatakan kalau saat ini pihaknya siap membantu untuk menyediakan tool yang dibutuhkan untuk mendukung evaluasi kejiwaan terkait gangguan mental. Pihaknya juga sangat puas dengan apa yang telah tim lakukan selama ini karena berkat teknologi yang diperuntukkan bagi industri game ternyata bisa menghasilkan penelitian yang lebih akurat. Dan hebatnya lagi, ini bisa dilakukan lebih cepat dari apa yang direncanakan sebelumnya.

Dari apa yang telah dilakukan selama ini, penggunaan Kinect ini sendiri dapat dipastikan keamanannya. Oleh karena itu, para orang tua tak perlu khawatir dengan keberadaan sensor yang dipakai Kinect bisa mengganggu anak-anak mereka. Dengan penggunaan sistem medis ini ternyata bisa menghemat biaya lebih dari 100.000 dolar (sekitar 1 miliar rupiah) per evaluasi.

Produk Kinect besutan Microsoft ini kabarnya telah terjual lebih dari 10 juta unit sejak diluncurkan November 2010 yang lalu. Dan pada musim semi ini, Microsoft juga akan segera meluncurkan Software Development Kit untuk PC. Terkait hal itu, keberadaan driver PC open source yang digunakan saat ini sebenarnya telah mengadaptasi metode Kinect untuk memainkan berbagai game yang ada, seperti World of Warcraft, dan mengendalikan berbagai peralatan melalui gerak tubuh.

Philips Harmony 8000 Series DVD Component Hifi System Terbaru

Philips mengumumkan produk komponen sistem HiFi DVD bagi baru seri Harmony 8000 bagi pecinta musik. Hifi set ini dilengkapi dengan speaker ClariSound baru, yang menawarkan “keseimbangan terbaik antara suara natural, presisi rinci dan bass yang mantap.

Philips menggunakan kerucut Woofer serat kaca dalam speaker untuk memastikan hasil yang natural dari suara dan instrumen.

Harmony 8000 dirancang dengan amplifier digital 2x80W RMS Kelas-D dan termasuk CD / DVD player, port terpadu untuk iPad, iPod dan iPhone dan port USB untuk pemutaran musik dari perangkat penyimpanan USB.

Google One Pass, Sistem Micropayment untuk Para Publisher Berita Online

Terus berinovasi, mungkin adalah cara Google untuk terus menjadi yang nomor satu. Sehari setelah Apple mengumumkan App Store Subscription Plan, yang mana dengan begitu pihak Apple hanya memotong 30 persen saja dari royalti yang diterima para publisher untuk menjual konten aplikasi mereka.

Kini Google pun mengumumkan satu layanan barunya yaitu Google One Pass, yaitu layanan pembayaran online untuk koran maupun majalah online. Yang berbeda dari layanan ini adalah, si pemilik konten berhak mendapatkan 90 persen royalti dari hasil penjualan konten dan para publisher pun dapat mengontrol langsung data pelanggan.

Google One Pass sendiri telah diumumkan oleh CEO Eric Schmidt di Universitas Humboldt di Berlin, Jerman. Sistem pembayaran online ini sebenarnya sudah menjadi isu sejak beberapa bulan lalu dan akhirnya pihak Google dengan resmi mengumumkannya dengan promosi yang sangat menguntungkan para pemilik konten.

Sebagai awalan, Google One Pass akan mulai tersedia di Inggris, Amerika, Kanada, Prancis, Italia, Jerman dan Spanyol, tak menutupi kemungkinan nantinya kalau layanan ini sukses akan terus merambah ke seluruh dunia termasuk Indonesia.

Dari konten yang dijual ini, nantinya pihak Google hanya akan mengambil keuntungan 10 persen saja, tentunya ini akan sangat menguntungkan karena selain itu, para publisher juga bisa mengontrol jutaan data pelanggannya.

Apalagi ini akan diimbangi dengan perkembangan teknologi tablet dan juga smartphone yang mana akan membutuhkan banyak konten berita-berita bermutu yang akan terus berkembang nantinya. Wah, kita tunggu saja ya kehadiran layanan ini di Indonesia.

Google Docs Diperkaya Fitur OCR Terbaru Dengan Dukungan 34 Bahasa

Sejak meningkat pesatnya penggunaan internet akhir-akhir, berbagai layanan online pun tampak tumbuh subur bermunculan di mana-mana. Seiring dengan hal itu, kabarnya kini banyak orang mulai beralih ke layanan online yang ada. Selain menawarkan sejumlah kemudahan dan kepraktisan bagi para penggunanya, layanan ini juga menyediakan pengelolaan secara bersama-sama atau dikenal dengan sharing yang tampaknya sulit ditemui pada penggunaan aplikasi desktop biasa.

Google sebagai penyedia layanan terbesar dan terpopuler saat ini kabarnya telah memperkaya keberadaan fitur Google Docs-nya. Perlu diketahui pula, keberadaan Google Docs ini boleh jadi secara berangsur-angsur telah memposisikan kesetaraan dengan keberadaan aplikasi sejenis yang berbasis desktop biasa. Apalagi Google Docs kini telah diperkaya oleh sebuah fitur keren terbarunya yaitu built-in Optical Character Recognition (OCR). Dengan fitur ini memungkinkan penggunanya bisa meng-upload file yang di-scan atau bahkan gambar, dan mengubahnya menjadi “editable” pada dokumen asli tersebut. Sebenarnya fitur ini sendiri telah diperkenalkan tahun lalu dan Google kini telah memperluas jumlah bahasa asing yang didukungnya dengan 29 bahasa yang baru sehingga keseluruhan telah mencapai 34 bahasa.

Jaron Scaeffer yang bertindak sebagai Software Enginner di Google, mengungkapkan kalau pihaknya baru saja melakukan tambahan dukungan bahasa baru sebanyak 29 bahasa termasuk bahasa Eropa yang paling banyak dipakai, bahasa Rusia, bahasa Chinese Simplified dan beberapa bahasa Asia lainnya. Dan pada halaman upload, ketika pengguna akan mengupload file, di situ akan ditampilkan daftar lengkap bahasa yang akan digunakan.

Perlu diketahui, pihak Google telah memperkenalkan kemampuan mengupload dokumen ke Google Docs dengan menggunakan Optical Character Recognition (OCR) tersebut pada bulan Juni 2011 yang lalu. Gambar dan file PDF yang biasanya dibuat dengan scanner ataupun kamera ponsel bisa dianalisa dengan keberadaan fitur OCR ini. Setelah itu, sistem akan mengekstrak ke dalam bentuk teks dan beberapa format sehingga memungkinkan penggunanya bisa langsung mengedit dokumen tersebut melalui Google Docs.

Kini jika pengguna memilih “Convert text from PDF or image files to Google Docs documents”, maka pengguna akan memilih salah satu bahasa asli yang digunakan dalam file dari 34 bahasa yang tersedia.

Pada dasarnya tidak ada software OCR yang sempurna, tapi hal-hal seperti buku-buku dan dokumen-dokumen yang di-scan akan sangat mudah dibaca menggunakan fitur OCR ini. Dan sudah barang tentu, semakin tinggi resolusi maka akan semakin baik hasilnya.

Seiring dengan adanya dukungan bahasa yang baru ini, tentunya juga banyak pihak yang telah menyambut baik tentang adanya peningkatan kualitas OCR besutan Google tersebut. Dukungan yang diberikan juga berasal dari orang Inggris, Francis, Itali, Jerman, Spanyol dan masih banyak lagi. Selain itu, software OCR tersebut kini dapat melakukannya dengan lebih baik untuk mengenali dan menjaga keberadaan huruf aslinya beserta formatnya.

Google Music akan menyaingi iTunes

Selama ini iTunes sangat mendominasi market music online. Penjualan lagu di iTunes mencapai 70 persen dari seluruh penjualan lagu online. Namun, sebentar lagi iTunes akan mendapat saingan baru yaitu Google Music.

Perusahaan raksasa Google akan segera meluncurkan Google Music secepatnya bulan depan seperti yang pernah di tulis di Businessweek. Akan tetapi hal tersebut masih diragukan karena Google masih dalam proses menyiapkan perjanjian lisensi yang kompleks. Setidaknya kita harus menunggu beberapa bulan bukan beberapa minggu saja.

Perjanjian lisensi yang dilakukan Google terlihat cukup berat. Hal tersebut dikarenakan perusahaan- perusahaan musik tidak pernah memiliki perjanjian lisensi seperti yang Google tawarkan.

Selama ini Google belum pernah bermain di music online seperti iTunes. Namun Google sebenarnya mempunyai Youtube yang sangat populer, selain itu video music sangat popular di situs milik Google.

Tiga Pencapaian Pertama Ericsson dalam Teknologi HSPA Di Dunia

Ada 3 pencapaian penting yang telah dicapai Ericsson dalam membuat evolusi teknologi HSPA. Perwakilan Singtel bertemu dengan Ericsson dan menghasilkan 3 pencapaian dunia akan HSPA di Stockhlom, Sweden.

Tiga pencapaian tersebut antara lain:

  1. Rekor dunia: multi carrier HSPA dengan 168Mbps downlink dan 24Mbps uplink
  2. HSPA berkembang melengkapi operator di dunia untuk permintaan mobile broadband yang terus meningkat
  3. Demonstrasi tersebut akan ditampilkan di Ericsson Hall selama GSMA Mobile World Congress pada 14-17 Februari di Barcelona, Spanyol.

Pada demonstrasi pertama ditampilkan HSPA dengan kecepatan 168Mbps downlink dan 24Mbps
pada uplink menggunakan alat contoh milik konsumen dan juga alat komersial. Hal ini menjadi rekor dunia
dengan kecepatan yang tertinggi pada peralatan network komersial. Demonstrasi ini juga akan
ditampilkan oleh Ericsson selama GSMA Mobile World Congress pada bulan ini.

Executive vice President Singtel sangat optimis dengan perkembangan perusahaannya melalui kerjasama dengan Ericsson dengan peluang yang ada pada evolusi HSPA saat ini. Pada 2010 mereka telah mendemonstrasikan 42Mbps pertama secara langsung pada jaringannya. Dan hal tersebut terus dikembangkan sampai 84Mbps.

Pencapapaian ketiga telah didemonstrasikan dengan single-carrier HSPA 42Mbps menggunakan produk komersial terbaru. Dengan teknologi ini, sangat mungkin untuk mencapai 42Mbps pada single WCDMA 5MHz dengan teknologi input dan output multiple.

Penemuan Baru Layar Sentuh Dengan Bahan Karbon

Kemajuan teknologi sangat berkembang pesat. Perusahaan dan produk-produk teknologi juga semakin bertambah. Hal tersebut mengakibatkan harga barang-barang elektronik menjadi lebih murah. Namun, hal tersebut tidak berlaku bagi komponen layar sentuh yaitu indium. Indium sangat langka dan tentu saja tidak murah.

Produk-produk yang menggunakan touch screen saat ini juga sedang menjamur mulai dari ponsel sampai tablet PC. Hal tersebut membuat beberapa ilmuwan di Fraunhofer Gesellschaft, sebuah perusahaan energi Jerman, menciptakan layar/display alternatif yang terbuat dari material mentah dan murah yang dapat ditemukan di seluruh dunia.

Penemuan itu berupa layar sentuh mengandung nanotube karbon. Mereka akan memamerkannya di pameran teknologi nano 2011 di Tokyo dari 16-18 Februari. Komponen utama dari layar sentuh tersebut adalah nanotube karbon dan polimer murah.

Elektroda baru ini terdiri atas dua lapisan. Satu adalah pembawa, lembaran tipis yang terbuat dari polyethylenterephthalate (PET), yang biasa dipakai untuk membuat botol plastik.

Kemudian campuran nanotube karbon dan polimer penghantar listrik ditambahkan dan diaplikasikan pada PET sebagai larutan dan membentuk lapisan film tipis ketika kering. Dengan penemuan ini diharapkan layar sentuh tidak lagi tergantung pada bahan yang langka sehingga bisa diproduksi dengan lebih murah lagi.

Belajar Online dengan Video Online Gratis di Khan Academy

Dengan adanya internet banyak sekali hal yang tadinya dilakukan dengan bertatap muka menjadi dilakukan via online. Salah satu yang bisa dilakukan via online adalah belajar. Banyak juga situs-situs yang menawarkan sistem belajar online, atau bahkan membuka sekolah online. Salah satu situs untuk belajar online bagi para siswa sekolah adalah Khanacademy.org.

Khan Academy merupakan sebuah organisasi non-profit yang memililiki misi untuk menyediakan pendidikan yang berkualitas untuk siapa saja dan dimana saja. Di Khan Academy terdapat lebih dari 800 video Youtube yang menjelaskan mengenai dasar aritmatika dan aljabar dengan berbagai persamaan, fisika, dan keuangan. Mereka juga mengembangkan program Matematika secara gratis.

Di situs tersebut kita juga tidak perlu repot-repot untuk melakukan registrasi, yang kadang merepotkan. Ada pilihan untuk login melalui akun facebook ataupun akun google kita. Banyak hal yang kita bisa lakukan melalui situs tersebut, selain menjadi siswa ada juga pilihan bagi orang-orang yang ingin mengajar dengan menjadi coach/guru disitus tersebut.

Sebagai organisasi non-profit situs ini pernah mendapatkan Google Award tahun lalu. Google bahkan memberikan donasi kepada Khan Academy agar lebih memperbanyak video dengan berbagai bahasa sehingga bisa diakses oleh banyak siswa di seluruh dunia.