Motif Sakit Hati Jadi Penyebab Remaja di Lampung Nekat Bunuh Anggota Polisi

Terdakwa perkara menghilangkan nyawa orang lain yang dialami oleh Anggota Polres Lampung Tengah, Briptu Singgih Abdi Hidayat sudah dijatuhi vonis sembilan tahun dan enam bulan pidana penjara. Di dalam persidangan terbongkar terdakwa tunggal AEA (17) alasan membunuh Briptu Singgih karena sakit hati.

Fakta itu disampaikan oleh Kasi Intel Kejaksaan Negeri (Kejari) Lampung Tengah, Alvinda Tama terhadap wartawan, Kamis (8/5/2024).

Sedangkan semacam itu, Alvinda tak menerangkan secara mendetail tindakan korban yang seperti apa sampai mengakibatkan terdakwa sakit hati sampai nekat melaksanakan menghilangkan nyawa orang lain berencana.

Pada persidangan terbongkar fakta bahwa slot spaceman menghilangkan nyawa orang lain berencana itu dilakukan AEA karena sakit hati terhadap korban, kata Alvinda.

Dia menerangkan, momen menghilangkan nyawa orang lain berencana itu terjadi di sebuah penginapan di Kampung Setia Bakti, Kecamatan Seputih Banyak, Kabupaten Lampung Tengah, pada Sabtu (23/3/2024) lalu.

Ketua Majelis Hakim, Achmad Munandar menilai terdakwa AEA sudah ternyata bersalah melaksanakan menghilangkan nyawa orang lain berencana sebagaimana diatur dan diancam dalam pasal 340 KUHP layak dakwaan opsi pertama penuntut umum, dengan semacam itu menjatuhkan pidana penjara selama sembilan tahun enam bulan terhadap terdakwa AEA, ia menerangkan.

Dilansirnya sebelumnya, Penyidik Kepolisian Resor (Polres) Lampung Tengah menduga alasan pelaku membunuh Briptu Singgih Abdi Hidayat karena berkeinginan merajai harta korban.

Jasad Briptu Singgih ditemukan oleh petugas penginapan sekira pukul 08.00 WIB di bawah ranjang kamar losmen Mawar di Kampung Setia Bakti, Kecamatan Seputih Banyak, kabupaten setempat, Sabtu (23/3/2024).

Terhadap wartawan, Kapolres Lampung Tengah, AKBP Andik Purnomo Sigit mengatakan bahwa dugaan motif pelaku itu diketahui sesudah polisi melaksanakan pemeriksaan terhadap empat orang yang diduga terlibat dalam momen itu.

Berdasarkan Andik, salah satu pelaku yang diperiksa itu dicokok oleh Satreskrim Polres Lampung Tengah ketika mengendarai kendaraan beroda empat korban. Iya ini masih terduga pelaku, berinisial AEA (17). Sukses diamankan sesudah 3 jam jasad Briptu SA ditemukan di dalam losmen, kata Andik, Pekan (24/3/2024).